Metamorfosis Kecoa: Pengertian dan Prosesnya

Kecoa merupakan serangga yang paling banyak ditemui di lingkungan sekitar kita. Ia menjadi salah satu serangga yang mengalami metamorfosis secara tidak sempurna. Ingin tahu seperti apa proses metamorfosis pada kecoa, simak penjelasannya berikut ini.

Kecoa merupakan salah satu dari jenis insekta yang menjadi agen pembawa penyakit yang banyak ditemukan di rumah – rumah, perkantoran, pasar, bahkan restoran atau rumah makan.  Populasi kecoa di dunia saat ini dikabarkan semakin meningkat akibat sulitnya dibasmi dengan insektisida. Sistem kekebalan tubuh yang sangat baik pada tubuh kecoa membuat mereka dapat dengan cepat beradaptasi dengan cairan kimia yang terkandung dalam obat pembasmi hama.

Setiap induk kecoa dapat memproduksi hingga 50 butir telur setiap 3 bulan. Meskipun keberlangsungan hidup kecoa hanya 100 hari, namun kecoa dapat berkembang dengan sangat cepat pada habitat mereka sehingga populasi kecoa tetap saja betambah dengan pesat. Simak lebih jelasnya di bawah ini mengenai proses metamorfosis pada kecoa agar Anda dapat memahaminya.

Pengertian Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis kecoa adalah proses perkembangan biologi yang dialami kecoa dengan melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah menetas, perubahan tersebut meliputi tiga fase yaitu telur, nimfa, dan imago.

Metamorfosis pada hewan terbagi menjadi dua jenis yaitu ada metamorfosis sepurna dan metamorfosis tidak sempurna. Yang dialami pada kecoa ini merupakan metamorfosis tidak sempurna, dimana yang terjadi ialah telur kecoa menetas menjadi nimfa, kemudian tumbuh menjadi kecoa dewasa atau imago yang telah memiliki struktur tubuh yang lengkap.

Struktur tubuh pada kecoa untuk lebih jelasnya kami jelaskan melalui rangkaian morfologinya. Kecoa dewasa terdiri dari rangkaian Caput (kepala), Thoraks (Dada), dan Abdomen (Perut). Pada bagian kepala sendiri terdapat beberapa organ seperti mulut yang digunakan untuk memamah makanan, sepasang mata yang dapat membedakan gelap dan terang, dan antena yang panjang yang dapat mendeteksi bau dan vibrasi di udara.

Di rangkaian morfologi yang kedua yaitu Throaks atau dada, ada tiga pasang kaki dan sepasang sayap yang membuat kecoa bisa berlari dengan cepat dan memiliki kemampuan untuk terbang. Terdapat juga struktur seperti lempengan besar yang bernama pronotum. Dan pada bagian Abdomen (Perut) kecoa berisi sistem reproduksi kecoa.

Proses Metamorfosis Pada Kecoa

Di bawah ini terdapat beberapa tahapan dalam proses metamorfosis kecoa, antara lain sebagai berikut.

  1. Fase Telur Kecoa

Rangkaian proses metamorfosis kecoa diawali dari fase telur. Telur kecoa berasal dari hasil pembuahan sel telur kecoa betina oleh sel sperma kecoa jantan. Setelah pembuahan, umumnya induk kecoa akan meletakkan telur-telurnya di daerah yang jarang dilalui orang, bisa juga di tanah maupun di tumpukan sampah.

Dalam sekali bertelur, induk kecoa mampu menghasilkan sekitar 16 – 32 butir telur. Telur kecoa berwarna hitam atau coklat yang dilindungi dengan cangkang kapsul yang berfungsi untuk melindungi telur dari benturan. Telur-telur kecoa biasa dijumpai dalam keadaan melekat satu dengan yang lainnya karena disatukan oleh cairan lengkat pada permukaan cangkang.

Fase telur kecoa ini umumnya berlangsung dalam kurun waktu 1 – 3 bulan tergantung dari spesies induknya. Setelah telur menetas akan keluar nimfa dan memasuki fase selanjutnya.

  1. Fase Nimfa

Nimfa merupakan bayi kecoa yang berukuran sangat kecil menyerupai induk kecoa namun berwarna putih. Di fase ini, nimfa belum memiliki sayap namun sudah dapat bergerak bebas untuk mencari makanan. Dalam perkembangannya, tubuh nimfa akan berubah menjadi coklat dan sayap kecil akan mulai tumbuh.

Fase nimfa dalam metamorfosis kecoa akan berlangsung selama 60 hari. Di fase ini juga, akan terjadi pergantian kulit atau instar sebanyak 4 – 7 kali. Setiap pergantian kulit akan membuat tubuh nimfa semakin keras dan siap untuk memasuki fase kecoa dewasa.

  1. Fase Imago (Kecoa Dewasa)

Setelah melewati instar yang terakhir, kecoa akan memiliki dua pasang sayap. Dari sinilah kehidupannya sebagai kecoa dewasa dimulai. Pada awal fase imago tubuh kecoa memang masih berukuran kecil tidak jauh dari nimfa, namun sayapnya sudah lebih kuat dan dapat digunakan untuk terbang. Seiring berjalannya waktu, tubuh kecoa dewasa akan semakin berkembang dan menguat. Ia akan tumbuh lebih besar dan organ tubuhnya lebih lengkap. Sistem reproduksinya pun telah siap digunakan. Mereka akan berreproduksi sehingga menghasilkan bibit – bibit kecoa baru.

Fase kecoa dewasa ini akan berlangsung kurang lebih selama 200 hari. Ia dapat memproduksi telur sebanyak 8 sampai dengan 20 kali sebelum akhirnya mati. Dan telur – telur kecoa tersebut akan mengalami siklus metamorfosis yang sama dengan induknya selama hidupnya.

Itulah artikel dari materibelajar.co.id tentang metamorfosis pada kecoa yang meliputi pengertian dan prosesnya. Pada intinya daur hidup yang dialami kecoa berupa metamorfosis tidak sempurna. Prosesnya meliputi tiga fase yang dimulai dari fase telur kecoa, kemudian fase nimfa, dan diakhiri dengan fase imago atau kecoa dewasa. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk Anda yang membacanya. Jangan lupa untuk terus mengunjungi situs materibelajar.co.id dan temukan berbagai macam artikel ilmu pengetahuan di sini. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.